Open Document Format (ODF)? mau atau tidak?
Membaca berita di DetikPortal.com tanggal 5 Mei 2008 berjudul Pemerintah Masih ‘Rabun’ Dokumen Terbuka membuat saya sedikit berkecil hati dimana seharusnya pemerintah menetapkan standar apa yang akan dipakai malah abstain.
Pemerintah dengan IGOS harusnya telah menetapkan pilihan dan mendukung ODF karena merupakan bagian dari Open Source. kenapa saya katakan demikian kita sebagai negara berkembang yang peka terhadap kemajuan dunia teknologi dalam hal ini gerakan Open Source harusnya mendukung dan menggunakan standar tersebut untuk langkah awal dimulai dari kalangan pemerintahan dan akademis, lambat laun semua pasti akan mengikuti.
Menurut hemat saya alangkah baiknya bila pemerintah Republik Indonesia mendukung dan menerapkan ODF di Indonesia dengan begitu langkah untuk mensukseskan IGOS akan semakin lebar.
Bagaimana menurut anda? setuju atau tidak? silakan dikomentari.
Popularity: 1% [?]

My name is I Putu Dyatmika. I'm 27 years old. Now, Live in Raba-Bima, Little town on West Nusa Tenggara. Gaming, Web Design, Web Programming and Chatting is my hobbies. 















